Seiring berkembangnya teknologi, cara perusahaan menyimpan dan mengelola data juga mengalami perubahan besar. Dulu, semua data harus disimpan di dalam lingkungan perusahaan. Namun, tren berubah dengan semakin banyaknya perusahaan yang beralih ke cloud. Kini, banyak organisasi mulai menemukan keseimbangan antara penyimpanan on-premise (lokal) dan cloud karena biaya cloud yang semakin mahal.
Akibatnya, permukaan serangan siber semakin luas, dan ini perlu dikelola dengan baik agar bisnis tetap aman.
Apa Itu Permukaan Serangan?
Permukaan serangan adalah semua titik yang bisa dimanfaatkan oleh hacker untuk masuk ke dalam sistem. Ini termasuk:
- Perangkat endpoint, seperti laptop, server, smartphone, dan perangkat IoT.
- Aplikasi dan perangkat lunak yang digunakan dalam perusahaan.
- Jaringan dan infrastruktur cloud yang terhubung ke internet.
- Perilaku pengguna, seperti penggunaan kata sandi yang lemah atau akses tanpa otorisasi.
Semakin kecil permukaan serangan, semakin sulit bagi peretas untuk mengeksploitasi kelemahan dalam sistem.
Bagaimana Cara Melindungi Endpoint?
Endpoint adalah titik pertahanan terakhir dalam keamanan siber, tetapi juga menjadi target utama serangan. Berikut beberapa cara untuk melindungi endpoint dari ancaman siber:
- Antivirus dan Anti-malware
- Memblokir virus dan malware sebelum dapat merusak sistem.
- Endpoint Detection and Response (EDR)
- Memonitor aktivitas secara real-time dan mendeteksi ancaman sebelum menjadi masalah besar.
- Daftar Aplikasi yang Diizinkan dan Dilarang
- Mengontrol perangkat lunak mana yang boleh dan tidak boleh dijalankan di komputer perusahaan.
- Manajemen Patch
- Memastikan semua perangkat lunak selalu diperbarui untuk menutup celah keamanan.
- Proses ini bisa otomatis menggunakan alat seperti Trellix Policy Auditor.
- Manajemen Aset
- Mengetahui perangkat dan software apa saja yang digunakan agar lebih mudah dikontrol dan diamankan.
- Enkripsi Perangkat
- Melindungi data penting agar tetap aman, bahkan jika perangkat dicuri atau hilang.
Manajemen Kebijakan Keamanan Endpoint
Untuk memastikan semua endpoint tetap aman, perusahaan perlu menerapkan kebijakan keamanan yang ketat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Kebijakan Perlindungan
- Menentukan tingkat perlindungan yang berbeda untuk perangkat kerja, seperti server dan laptop.
- Kebijakan Kontrol Akses
- Mengatur siapa saja yang boleh mengakses data dan aplikasi tertentu.
- Pembatasan Perangkat
- Mencegah penggunaan USB dan Bluetooth pada perangkat yang tidak memerlukannya untuk menghindari penyebaran malware.
- Perlindungan Data
- Menentukan cara penyimpanan dan berbagi data sensitif agar tetap aman.
- Audit dan Kepatuhan
- Memastikan kebijakan keamanan yang diterapkan sesuai dengan standar industri, seperti PCI DSS dan NIS2.
Dengan alat seperti ePolicy Orchestrator, perusahaan dapat dengan mudah mengelola kebijakan keamanan dalam skala besar.
Keamanan Endpoint + Manajemen Kebijakan = Perlindungan Maksimal
Dengan menggabungkan keamanan endpoint dan manajemen kebijakan, perusahaan dapat memiliki kontrol penuh atas keamanan sistem mereka. Beberapa manfaatnya adalah:
- Menutup celah keamanan dengan lebih cepat.
- Memastikan perubahan kebijakan diterapkan secara otomatis.
- Menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan menyesuaikan kebijakan terhadap ancaman yang muncul.
Misalnya, jika seseorang mencoba masuk ke sistem dari lokasi asing di luar jam kerja, sistem dapat otomatis memblokir akses mereka untuk mencegah kemungkinan serangan.
Tips Mengurangi Risiko Serangan Siber
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperkuat sistem keamanan:
✅ Batasi hak administrator hanya untuk yang benar-benar membutuhkan.
✅ Monitor akun dengan hak akses tinggi, karena sering menjadi target hacker.
✅ Perbarui sistem operasi dan perangkat lunak secara rutin.
✅ Latih karyawan untuk mengenali serangan phishing dan ancaman siber lainnya.
✅ Gunakan multi-factor authentication (MFA) untuk mengamankan akses.
✅ Buat inventaris perangkat dan perangkat lunak yang selalu diperbarui.
✅ Gunakan segmentasi jaringan untuk mencegah penyebaran malware.
✅ Nonaktifkan layanan dan perangkat yang sudah tidak digunakan.
Kesimpulan
Mengurangi risiko serangan siber bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan pendekatan yang proaktif, risiko ini dapat diminimalkan. Menggabungkan keamanan endpoint yang kuat dengan kebijakan keamanan yang efektif dapat membantu perusahaan melindungi sistem mereka dengan lebih baik.
Tingkatkan keamanan Siber Anda dengan terus mengevaluasi keamanan, menggunakan teknologi terbaru, dan menerapkan kebijakan yang ketat, perusahaan dapat memperkuat pertahanan siber serta mengurangi beban kerja tim keamanan. Dengan Trellix Anda bisa mendapatkan Solusi Data Loss Prevention (DLP) sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasi semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi Kami sekarang atau kunjungi qlicense.com untuk informasi lebih lanjut!